Selasa, 27 April 2010

Malu gak jadi orang INDONESIA????

1. Indonesia Negara Terkorup:

Ditengah gegap gempita pertumbuhan ekonomi yang positif pada tahun 2009 silam, ternyata Indonesia merupakan negara paling korup dari 16 negara Asia Pasifik yang menjadi tujuan investasi para pelaku bisnis. Itulah hasil survei pelaku bisnis yang dirilis Senin, 8 Maret 2010 oleh perusahaan konsultan “Political & Economic Risk Consultancy” (PERC) yang berbasis di Hong Kong. Penilaian didasarkan atas pandangan ekskutif bisnis yang menjalankan usaha di 16 negara terpilih. Total responden adalah 2,174 dari berbagai kalangan eksekutif kelas menengah dan atas di Asia, Australia, dan Amerika Serikat.

Berikut ini adalah daftar 3 Negara Terkorup di Asia Pasifik* oleh PERC 2010

  1. Indonesia (terkorup)
  2. Kamboja (korup)
  3. Vietnam (korup)
2. Penegakan Hukum Payah

Lembaga peradilan sebagai institusi yang memiliki kekuasaan yang besar dalam menentukan arah penegakan hukum berada dalam posisi yang sentral dan selalu menjadi pusat perhatian masyarakat. Sayangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Bagaimana seharusnya agenda reformasi hukum khususnya pemberantasan korupsi dilakukan? Hal ini dapat kita lihat dari begitu banyak dilema pada kasus-kasus yang terjadi di Indonesia. Ambil contoh: Anggodo, Cicak vs Buaya, sekarang ada kontroversi Susno coba bandingkan dengan kasus Minah, Asep, atau dahulu ada Sengkon-Karta.

3. Fanatisme yang Berlebihan
Agama di Indonesia merupakan hal yang sangat popular, seringkali agama menjadi pokok sebuah konflik kepentingan atau konflik apapun itu…Saat King of Pop meninggal pun, kebanyakan dari masyarakat Indonesia tertarik pada apakah bintang pop tersebut meninggal sebagai mualaf atau tidak…bahkan ada yang menduga bahwa Jacko pernah menyanyikan lagu bernuansa Islam, yang kenyataannya tidak pernah, karena yang menyanyikan lagu itu adalah penyanyi Arab yang suaranya mirip Jacko….Sangat aneh memang, di Amerika sendiri mereka tidak membahas sedikit pun tentang agama yang dianut oleh Jacko, karena di sana agama adalah hal yang sangat privasi, dan yang hanya boleh mengetahuinya adalah dirinya sendiri dan tuhannya…Dan hal-hal seperti inilah yang saya kira membuat Amerika beribu langkah lebih maju daripada Indonesi. Lalu banyak kita saksikan di berbagai media, banyak sekali tindakan anarkis yang dilakukan atas nama agama…Waduh…Menurut saya, tidak ada tuh agama yang mengajarkan tindakan anarkis…Tapi itulah Indonesia..lebih mengagung-agungkan agama ketimbang perwujudan imannya…Sangat disayangkan memang, kalau kita selalu memperdepatkan atau mendiferensiasikan manusia berdasarkan suku, agama, dan ras…

4. Indonesia Kaya Budaya

Tidak ada yang bisa membantah bahwa Indonesia kaya akan seni dan budaya. Bayangkan dari Sabang sampai Merauke, ada ratusan bahkan mungkin ribuan seni-budaya, adat istiadat, kebiasaan yang memang asli Indonesia. Tetapi mungkin masih banyak yang belum paham, jenis seni-budaya, adat, bahasa dan kebiasaan apa saja yang termasuk asli Indonesia? Sayapun hanya hafal seni-budaya dan bahasa Bali karena kebetulan orang Bali. Tapi itupun tidak semuanya bisa saya pahami. Apalagi seni-budaya dan bahasa daerah lain.

Keragaman kultur Indonesia itu bisa dikatakan hampir tidak terbatas (?). Dikatakan hampir tidak terbatas karena penelitian tentang seni-budaya, bahasa dan lain-lain masih sangat minim. Dan sedikit sekali yang mau dan termotivasi untuk melakukan kegiatan yang bisa dikatakan (mungkin) tidak bergengsi. Justru orang asing yang sangat tertarik dan ingin mengkaji berbagai hal terkait kekayaan seni dan budaya Indonesia.


5. Leluhur Nusantara Punya Pemikiran dan Budaya yang Maju

Saya sebagai orang Islam tentu saya meyakini akan kebenaran Al-Qur'an baik mengenai IPTEKnya, Kisah2nya dan lain-lain. Iman itu kadang naik turun seperti pasang surutnya air laut, dan tentu saya pernah atau sering mengalaminya baik terasa atau tidak terasa. Satu hal yang mengusik hati saya bahwa dalam Al-Qur'an samapai sekarang tidak ditemukan kisah mengenai Nusantara bumi tempat saya berpijak. Lalu apakah Islam identik dengan timur-tengah, lalu apakah kebenaran itu mutlak milik orang Arab, LALU APAKAH SAKING KECIL ATAU TIDAK PENTINGNYA NUSANTARA INI SEHINGGA ALLOH SWT TIDAK PERLU MENGISAHKAN DALAM FIRMANNYA???????

TENTU TIDAK, malah justru sebaliknya kita perlu sangat bersyukur dalam hal ini. Mengapa tidak, coba temen-temen perhatikan. "SIAP YANG PERGI KE DOKTER?'' Orang Sakit kan. "SIAPA YANG MENCARI PENGACARA?". Orang Bermasalah kan. Coba kalian perhatikan kisah2 dalam Al-Qur'an, siapa Bangsa Mesir dan Fir'aun, Kaum Sodom, sampai Bangsa Arab yang pernah mengalami masa Jahiliyah. "MEREKA BANGSA YANG BERMASALAH KAN?? BANGSA YANG SAKIT KAN??" Sehingga Alloh SWT perlu untuk menurunkan Nabi dan Rosul untok memberi petunjuk, memberi ajaran Tauhid keimanan kepada Alloh, menyelamatkan mereka dari kesesatan. Layaknya : "Dokter yang Mengobati", "Pengacara yang MEnyelesaikan Masalah Kasusnya" dll.

Berarti Apa??? KITA BUKANLAH BANGSA YANG SESAT, SAKIT, BERMASALAH seperti MEREKA...

KENAPA JUGA KITA ADALAH NEGARA MAYORITAS MUSLIM YANNG TERBESAR DI DUNIA, BUKAN ARAB PADAHAL ROSULULLAH SAW TURUN DI ARAB??.. itu karena kebenaran Islam yang hakiki sadar atau tidak sudah sudah mengakar dan mendarahdaging dan dijalankan dari sejak zaman nenek moyang kita bahkan sebelum masuk zaman Hindu-Budha. Terlihat dari kepercayaan kuno Sunda Wiwitan, yang merupakan ajaran Monotheisme, percaya pada SATU TUHAN. Hanya saja belum ada penamaan formal untuk Tuhan itu sendiri. Mereka menyebutnya "NU NGERSAKEUN" atau "YANG MENJADIKAN". Boelh dikatakan semacam konsep TAUHID. Tidak aneh ketika Islam masuk penyebarannya cepat dan sampai seperti sekarang.


6. Ahli WAris ATLANTIS???

Plato (427 – 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis.

Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Prof.Dr.Arysio Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

Konteks Indonesia

Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.

Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian Selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene) . Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/ Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.

Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh.

Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan Stephen Hawking.

Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.

Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.”

Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.

Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau.

Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya.


7. kisah TAMBO ALAM MINANGKABAU

sebaiknya kita pahami bahwa Tambo bukan hanhya kisah raja-raja. Tapi lebih dari itu adalah suatu pembangunan struktur kemasayarakatan pada masayrakat Minangkabau. Suatu kisah mengenai pembangunan nhukum pada masayrakat Minang. Dikisahkan bahwa aturan-aturan hukum berbentuk piramidal dangan satu hukum tertinggi dan banyak dibawahnya hukum yang lebih rendah dan berurutan. hukum yang lebih rendah tidak boleh bertentangan dengan hukum yang lebih tinggi.

Mirip dengan stufenbau theori dari Hans Kelsan yang muncul sekitar abad ke-20. Tambo mnegisahkan kejadian yang sudah lampau, ada bebrapa pendapat yang menyatakan bahwa kisah Tambo dari sekitar abad ke-1 Masehi, tapi sangat sulit dibuktikan mengingat masyarakat kita lebih cenderung menyimpan sejarah dalam bentuk kisah atau cerita.

Jadi, dengan kata lain, ketika ilmuwan-ilmuwan Barat sedang sibuk berdebat mengenai teori-teori pemerintahan dan hukum sehingga mereka akhirnya sesat dengan membenarkan penjajahan atas bangsa lain, nenek moyang kita sudah menjalankan teiri-teori tersebut dalam kehidupan mereka sehari-hari. BAGAIMANA MUNGKIN SESUATU YANG SUDAH DIJALANKAN TANPA DILANDASI DENGAN SEBUAH PEMIKIRAN?????????????????????




GIMANA MASIH MALU GAK?????

permasalahan yang terjadi sebenarnya berawal dari satu titik permasalahan. yakni lupa. Lupa akan jati diri, Lupa siapa kita, Lupa akan leluhur, Lupa Nasehat orang tua,..

sOLUSI ORANG LUPA YA INGET DOOONG.......

HEHEHEHEHEHEHEHE

Tidak ada komentar:

Posting Komentar